TANGGAPAN KASUS MOBIL LISTRIK DAHAN ISKAN

 

Pemberitaan mengenai kasus pengadaan mobil listrik, seperti yang telah dilansir oleh pemberitaan ( http://www.gatra.com/hukum-1/152600-jaksa-agung-pengadaan-mobil-listrik-perintah-dahlan.html ) Jakarta, GATRAnews 19 jni 2015 – Jaksa Agung Muhammad Prasetyo mengatakan, mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan adalah pihak yang memerintahkan pengadaan 16 mobil listrik senilai Rp 32 milyar, yang melibatkan tiga BUMN, yakni Pertamina, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Perusahaan Gas Negara (PGN).

“Pak DI (Dahlan Iskan) kan sebagai Menteri BUMN yang punya gagasan, punya inisiatif, dan indikasinya yang menyuruh pengadaan mobil listrik itu,” kata Prasetyo di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (19/6).

Sampai saat ini, lanjut Prasetyo, posisi Dahlan dalam kasus ini masih sebagai saksi dan sudah ada dua orang tersangka. Dahlan diduga yang menyuruh pengadaan mobil listrik ini melibatkan Pertamina BRI, dan PGN. Continue reading

Advertisements

Analisis rasio Likuiditas, Solvabilitas, dan Rentabilitas

ANALISIS RASIO LIKUIDITAS, SOLVABILITAS, dan RENTABILITAS

1. Ratio Likuiditas
a. Current Ratio
Aktiva Kancar ÷ Hutang Lancar
780.522.000 ÷  178.818.000 = 4.4
Artinya setiap Rp. 1 hutang lancar dijamin oleh 4,4 aktiva lancar.

b. Quick Ratio
(Aktiva Lancar – Persediaan) ÷hutang lancar
(780.522.000 – 163.271.000)÷ 178.818.000  = 3,4
Artinya keadaan perusahaan yang mampu membayar hutang  walaupun sudah dikurangi dengan persediaan.

c. Cash Ratio
Kas ÷ Hutang Lancar
426.619.000 ÷ 178.818.000 = 2,4
Artinya, keadaan perusahaan yang mampu membayar hutang lancar dari kas atau setiap Rp.1 hutang dijamin oleh 2,4 kas.

2. Ratio Solvabilitas
a. Debt To Equity Ratio
Total Kewajiban  ÷ Modal
652.193.000 ÷ 1.769.169.000 = 0.37
Debt To Equity Ratio digunakan untuk mengetahui sejauh mana modal pemilikdapat menutupi hutang-hutang pada pemilik luar dan digunakan untuk mengukur hingga sejauh mana perusahaan dibiayai oleh hutang.

b. Debt Ratio
total kewajiban ÷ Total Aktiva
652.193.000 ÷ 2.421.362.000 = 0,26 = 26%
Artinya bahwa setiap Rp. 100,- pendanaan perusahaan Rp26,- dibiayai dengan utang dan Rp74,- disediakan oleh pemegang saham.

3. Ratio Rentabilitas
a. Gross Profit Margin
Laba Kotor ÷ Penjualan Bersih
513.919.000 ÷  1.242.555.000 = 0,41 = 41%
Artinya, kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba kotor dari penjualan bersih adalah sebesar 41%

b. Net Profit Margin
laba bersih setelah pajak  ÷  Penjualan bersih
333.763.000 ÷ 1.242.555.000 = 0,27 = 27%
Artinya, kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari penjualan bersih adalah sebesar 27%

c. Rentabilitas Ekonomi
Laba bersih sebelum pajak  ÷  Total Aktiva
452.322.000 ÷ 2.421.362.000 = 0,19 = 19%

Teori Analisis Rasio

TEORI ANALISIS RASIO

Analisis

Analisis menurut kamus Akuntansi adalah melakukan evaluasi terhadap kondisi dari pos-pos atau ayat-ayat yang berkaitan dengan akuntansi dan alasan-alasan yang memungkinkan tentang perbedaan yang muncul.

Dalam sebuah perusahaan penggunaan analisis digunakan untuk dua pihak, yaitu pihak intern dan extern. Penggunaan analisa intern adalah pihak manajemen perusahaan, sedangkan pengguna analisa extern adalah pihak luar perusahaan yang memiliki hak untuk menggunakan analisa tersebut.

Analisa Intern

Mengadakan interpretasi atau analisa terhadap laporan finansiil suatu perusahaan akan sangat bermanfaat bagi penganalisa untuk dapat mengetahui keadaan dan perkembangan finansiil dari perusahaan yang bersangkutan. Pimpinan perusahaan atau manajemen sangat berkepentingan terhadap laporan finansiil dari perusahaan yang dipimpinnya. Dengan mengadakan analisa laporan finansiil dari perusahaanya, manajer akan dapat mengetahui keadaan dan perkembangan finansiil dari perusahaanya dan akan dapat diketahui hasil-hasil finansil yang telah dicapai di waktu-waktu yang lalu dan waktu yang sedang berjalan. Dengan mengadakan analisa data finansil dari tahun tahun yang lalu, dapat diketahui kelemahan-kelemahan dari perusahaan serta hasil-hasil yang telah dianggap cukup baik. Dengan mengetahui kelemahan-kelemahan yang dimilikinya, diusahakan agar dalam penyusunan rencana untuk tahun-tahun yang akan datang, kelemahan-kelemahan tersebut dapat diperbaiki. Sedangkan untuk pencapaian yang telah dianggap baik harus dapat di pertahankan atau ditingkatkan diwaktu mendatang.

Analisa extern

Keutamaan dari kegunaan analisa laporan finansiil dari sebuah perusahaan adalah bagi kreditur (baik kreditur jangka pendek ataupun jangka panjang) dan bagi para investor. Selain pihak manajemen, para krediturpun berkepentingan terhadap laporan finansiil dari perusahaan yang telah atau akan menjadi debitur atau nasabahnya. Pra kreditur berkepentingan untuk  “keamanan” mereka sendiri. Kreditur sebelum mengambil keputusan untuk memberi atau menolak permintaan kredit dari suatu perusahaan perlu mengadakan analisa terlebih dahulu terhadap laporan finansiil dari perusahaan yang akan mengajuka kredit, untuk dapat mengukur kemampuan perusahaan tersebut membayar kembali hutang-hutangnya beserta bunganya. Sedangkan bagi para investor kepentingan terhadap laporan finansiil suatu perusahaan dalam rangka untuk penentuan kebijakan penanaman modalnya. Bagi investor yang penting adalah “rate of retrun” dari dana yang diinvestasikan dalam surat-surat berharga yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan.

Analisis rasio

Dalam istilah sederhananya adalah perbandingan dua kelompok, nilai numerik rupiah atau nilai kuantitas. Analisis rasio mengijinkan evaluasi terhadap item neraca dalam menggabungkanya dengan beberapa informasi laba rugi untuk menentukan berbagai hubungan diantara berbagai item yang dipilih. Rasio dapat dihubungkannya sebagai suatu presentase, nilai numerik, kuantitas, atau berdasarkan perunit.

Analisa Rasio Finansial

Dalam mengadakan interpretasi dan analisa laporan finansiil suatu perusahaan, seorang penganalisa finansiil memerlukan adanya ukuran atau “yardstick” tertentu. Ukuran yang sering digunakan adalah “rasio”. Pengertian rasio sebenarnya hanyalah alat yang dinyatakan dalam “arithmatical terms” yang dapat digunakan untuk menjelaskan dua macam data finansiil.

Penganalisa finansiil dalam mengadakan analisa rasio finansiil pada dasarnya melakukan dengan dua macam cara perbandingan, yaitu:

  1. Membandingkan rasio sekarang (present ratio) dengan rasio-rasio di waktu-waktu yang lalu (ratio history)atau dengan rasio-rasio yang diperkirakan untuk waktu-waktu yang akan datang dari perusahaan yang sama.
  2. Membandingkan rasio-rasio dari suatu perusahaan (rasio perusahaan / company ratio) dari rasio-rasio semacam dari perusahaan lain yang sejenis atau industri (rasio industri / rasio rat-rata / ratio standart) untuk waktu yang sama.

Apabila suatu perusahaan mengetahui bahwa dia berada di bawah rata-rata industi, haruslah dianalisa faktor-faktor apa yang menyebabkanya dan untuk kemudian diambil kebijakan finansil untuk meningkatkan rasionya hingga menjadi “average” atau “above average” di dalam industri.

Macam-macam Rasio Finansiil

Terdapat banyak macam rasio, karna sebuah rasio dapat dibuat sesuai dengan kebutuhan penganalisanya. Demikian pula pengelompokan rasio juga bermacam-macam. Apabila dilihat dari sumbernya dari mana rasio itu dibuat, maka rasio-rasio dapat digolongkan dalam tiga golongan, yaitu :

  1. Rasio-raso Neraca (Balanced Sheet Ratios), ialah rasio yang disusun dari data yang berasal dari neraca, misalnya : Current Ratio, Acid-test Ratio, Current Assets to Total Assets Ratio, Current Liabilities to Total Assets Ratio dan lain sebagainya.
  2. Rasio-rasi Laporan Laba & Rugi (Income Statement Rations), ialah rasio-rasio yang disusun dari data yang berasal dari Income Statement, misalnya : Gross Profit Margin, Operating Ratio dan lain sebagainya.
  3. Rasio-rasio Antar-Laporan (Inter-Statement Ratio), ialah rasio-rasio yang disusun dari data yang berasal dari Neraca dan data lainya berasal dari Income Statement, misalnya : Assets Turnover, Inventory Turnover, Receivable Turnover dan lain sebagainya.

Adapun penulis yang menggunakan istilah “Financial Ratios” untuk rasio-rasio neraca, “Operating Ratio” untuk rasio-rasio laporan laba & rugi dan “Financial Operating Ratio” untuk rasio-rasio antar laporan.

Adapula yang mengelompokkan rasio-rasio seperti berikut :

  1. Rasio Likuiditas adalah rasio-rasio yang dimaksudkan untuk mengukur likuiditas perusahaan (Current Ratio, Acid Test Ratio)
  2. Rasio Leverage adlah rasio-rasio yang dimaksudkan untuk mengukur sampai seberapa jauh aktivitas perusahaan dibiayai oleh utang (Debt to Total Assets Ratio, Net Worth to Debt Ratio dan lainya)
  3. Rasio-rasio Aktivitas yaitu rasio-rasio yang dimaksud untuk megukur sampai seberapa besar efektivitas perusahaan dalam mengerjakan sumber-sumber dananya (Inventory Turnover, Average Collection Period dan lain sebagainya)
  4. Rasio-rasio Profitabilitas yaitu rasio-rasio yang menunjukan hasil akhir dari sejumlah kebijaksanaan dan keputusan-keputusan (Profit Margin on Sale, Return on Total Assets, Return On Net Worth dan lain sebagainya)

 

Berikut adalah tabel rumus rasio rasio finansiil

Rasio Metode Perhitungan Interpretasi
1. Rasio Likuiditas    
a. Current Ratio

b. Cash Rasio

(Ratio of immadiate solvency)

c. Quick (Acid test) ratio

d. Working capital to total assets ratio

a. Aktiva Lancar ÷ Utang Lancar

b. Kas + Efek ÷ Utang Lancar

c.  Kas + Efek + Piutang ÷ Utang Lancar

d. Aktiva lancar – Utang lancar ÷ Jumlah Aktiva

a. Kemampuan untuk membayar utang yang harus segera dipenuhi dengan aktiva lancar. Setiap untang lancar Rp. xxx dijamin oleh aktiva lancar Rp. xxx

b. Kemampuan untuk membayar hutang yang harus segera dipenuhi dengan kas yang tersedia di dalam perusahaan dan efek yang dapat segera diuangkan. Setiap utang lancar Rp. xxx dijamin oleh kas dan efek Rp. xxx

c. Kemampuan membayar utang yang harus segera dipenuhi dengan aktiva yang lebih likuid (quick assets). Setiap utang lancar Rp. xxx dijamin dengan quick assets Rp. xxx

d. Likuiditas dari total aktiva dan posisi modal kerja (netto)

2. Ratio Laverage
a. Total debt Equity ratio

b. Total debt to total capital assets

c. long term debt to Equity ratio

d. Tangible assets debt coverage.

e. Times interest earned ratio

a. Utang lancar + utang jangka panjang ÷ jumlah modal sendiri

b. Utang lancar + Utang jangka panjang ÷ Jumlah modal / aktiva

c. Utang jangka panjang ÷ Modal sendiri

d, Jumlah aktiva – intangibles – utang lancar ÷ Utang jangka panjang

e. EBIT ÷ Bunga utang jangka panjang

a. Bagian dari setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan jaminan untuk keseluruhan utang. Rp. xxx dari setiap rupiah modal sendiri menjadi jaminan utang.

b. Beberapa bagian dari keseluruhan kebutuhan dana yang dibelanjai dengan utang atau beberapa bagian dari aktiva yang digunakan untuk menjamin utang Rp. xxx dari setiap rupiah aktiva digunakan untuk menjamin utang.

c. Bagian dari setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan jaminan untuk utang jangka panjang. Rp. xxx dari setiap modal sendiri digunakan untuk menjamin utang jangka panjang.

d. Besarnya aktiva tetap tangible yang digunakan untuk menjamin utang jangka panjang setiap rupiahnya utang jangka panjang dijamin oleh aktiva tangible sebesar Rp. xxx

e. Besarnya jaminan keuntungan untuk membayaran bunga utang jangka panjang. Setiap rupiah utang jangka panjang dijamin oleh keuntungan Rp. xxx

3. Rasio Aktivitas
a. Total Assets Turnover

b. Receivable Turnover

c. Average Collection Periode

d. Inventory Turnover

e. Average Day’s Inventory

f. Working Capital Turnover

a. Penjualan neto ÷ Jumlah aktiva

b. Penjualan kredit ÷ Piutang rata-rata

c. Piutang rata-rata x 360 ÷ Penjualan kredit

d. Harga pokok penjualan ÷ Inventory rata-rata

e. Inventory rata-rata x 360 ÷ Harga pokok penjualan

f. Penjualan neto ÷ Aktiva lancar – utang lancar

a. Kemampuan dana yang tertanan dalam keseluruhan aktiva berputar dalam suatu periode tertentu atau kemampuan modal yang diinvestasikan untuk menghasilkan “revenue”. Dana yang tertanam dalam keseluruhan aktiva rata-rata dalam satu tahun berputar xxx kali atau setiap rupiah aktiva selama setahun dapat menghasilkan revenue sebesar Rp. xxx

b. Kemampuan dana yang tertanam dalam piutang berputar dalam suatu periode tertentu. Dalam satu tahun rata-rata dana yang tertanam dalam piutang berputar Rp. xxx

c. Periode rata-rata yang diperlukan untuk mengumpulkan piutang. Piutang dikumpulkan rata-rata tiap xx hari sekali. Makin kecil harinya, maka makin baik.

d. Kemampuan dana yang tertanam dalam inventory berputar dalam satu periode tertentu. Atau likuiditas dari inventory dan tendensi untuk adanya “overstock”. Dana yang tertanam dalam inventory berputar rata-rata xx dalam setahun.

e. Periode menahan persediaan rata-rata atau periode rata-rata persediaan barang berada di gudang inventory berada di gudang rata-rata selama xx hari.

f. Kemampuan modal kerja (neto) berputar dalam satu periode siklis kas (cash cycle) dari perusahaan. Dana yang tertahan dalam modal kerja berputar rata-rata xx kali dalam setahunya.

4. Rasio Keuntungan
a. Gross Profit Margin

b. Operating Income Ratio (Operating Profit Margin)

c. Operating Ratio

d. Net Profit margin (sales margin)

e. Earning Power of Total Investment (Rate of return an total assets)

f. Net Earning Power Ratio (rate of return on investment / ROI)

g. Rate or Return for the Owner (Rate of return on net worth)

a. Penjualan neto – harga penjualan pokok ÷ Penjualan neto

b. Penjualan neto – HPP – Biaya adm, pnjaln, umum ÷ Penjualan umum

c. HPP + biaya ADM, umum, penjualan ÷ Penjualan neto

d. Keuntungan neto sesudah pajak ÷ Penjualan neto

e. EBIT  ÷ Jumlah Aktiva

f. Keuntungan neto sesudah pajak ÷ Jumlah aktiva

g. Keuntungan neto sesudah pajak ÷ Jumlah modal sendiri

a. Laba bruto per rupiah penjualan. Setiap rupiah penjualan menghasilkan laba bruto Rp. xxx

b. Laba operasi sebelum bunga dan pajak (neto operating income) yang dihasilkan oleh setiap rupiah penjualan. Setiap rupiah penjualan menghasilkan laba operasi Rp. xxx

c. Biaya operasi per rupiah penjualan. Setiap rupiah penjualan mempunyai biaya operasi Rp. xxx. Makin besar rasio ini maka makin buruk.

d. Keuntungan neto per  rupiah penjualan. Setiap rupiah penjualan menghasilkan keuntungan neto sebesar Rp. xxx

e. Kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan bagi semua investor (pemegang obligasi + saham). Setiap rupiah modal menghasilkan keuntungan Rp. xxx untuk semua investor.

f. Kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan neto.

g. Kemampuan dari modal sendiri untuk menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham preferen dan saham biasa. Setiap rupiah modal sendiri menghasilkan keuntungan neto Rp. xxx yang tersedia bagi pemegang saham preferen dan saham biasa.

Sumber :

Riyanto, Bambang. 2009. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan. Yogyakarta: Bagian Penerbit Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM.

Ikhsan, Arfan .2009. Akuntansi untuk Manajer. Yogyakarta: Graha Ilmu

Apa Itu Fanfiction?…

Fanfiction 031421     Apa sih Fanfiction itu???

Pada akhir tahun 2011 dimana saat itu saya baru menemukan yang namanya fanfiction secara tidak sengaja. Saat itu saya sedang menjelajahi dunia maya untuk mencari bahan bacaan selain dari novel. Dan setelah menemukan itu saya menjadi sangat menyukai fanfiction. Fanfiction yang baru mulai heboh sepuluh tahun terakhir ini di Indonesia, ternyata sudah dimulai sejak tahun1960-an. Mungkin banyak diantara kalian yang tidak tahu apa itu fanfiction. Tapi lain halnya dengan para KPOP-ers yang biasanya sudah mengenal hal ini. (salah satunya saya) Continue reading

Pengertian dan Sub Sistem CBIS

Pengertian CBIS (Computer Based Information System)
Sistem Informasi Berbasis Komputer atau Computer Based Information System (CBIS) merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta visualisasi dan analisis.

Sub-sub sistem di CBIS
1. Sistem Informasi Akuntansi (SIA)
SIA adalah sistem informasi yang melaksanakan aplikasi akuntansi perusahaan, yaitu sebagai pengolah data perusahaan. Perusahaan tidak dapat memilih untuk menggunakan SIA atau tidak, sistem ini merupakan keharusan. Semua perusahaan pada dasarnya melaksanakan prosedur-prosedur yang sama. SIA lebih berorientasi pada data dibanding pada informasi, walaupun ada beberapa informasi yang dihasilkan. SIA menyediakan database bagi sisten informasi lain. SIA adalah satu-satunya sistem informasi yang bertanggung jawab memenuhi kebutuhan informasi di luar perusahaan, meyediakan informasi untuk seluruh lingkungan kecuali pesaing. Continue reading

PERANAN INFORMASI DALAM KUALITAS PRODUK DAN JASA

A.Pengertian Kualitas
Menurut Gaspers (1997) kualitas adalah totalitas dari fitur-fitur dan karakteristik-karakteristik yang dimiliki oleh produk yang sanggup untuk memuaskan kebutuhan konsumen. Sedangkan definisi kualitas menurut Kotler (1997) adalah seluruh ciri serta sifat suatu produk atau pelayanan yang berpengaruh pada kesempatan untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan atau yang tersirat.

B.Dimensi-dimensi Kualitas Produk dan Jasa Menurut Para Ahli
Dimensi kualitas produk menurut Fandy Tjiptono (2002:25) adalah:
 Kinerja (Performance)
 Ciri-ciri atau keistimewaan tambahan (Features)
 Kesesuaian dengan spesifikasi (Conformance to Spesification)
 Keandalan (Realibility) yaitu kemungkinan kecil akan mengalami kerusakan atau gagal pakai.
 Daya tahan (Durability)
 Estetika (Easthetica)
 Kualitas yang dipersepsikan (Perceived Quality)
 Dimensi kemudahan perbaikan (Serviceability)
Dimensi kualitas jasa menurut Parasuraman, Zeithaml, dan Berry dalam Kotler (2005:122-123) adalah:
 Reliability (kehandalan)
 Responsiveness (daya tanggap)
 Assurance (jaminan)
 Empahty (empati)
 Tangibles (berwujud)

C. Dasar-dasar Manajemen Kualitas
Manajemen kualitas adalah konsep/pengertian bahwa perusahaan dapat mencapai tingkat kualitas yang diinginkan dalam proses, hasil/produk, dan jasa dengan cara mempratekan manajemen dasar.

Beberapa konsep manajemen kualitas:
– Trilogi Kualitas Juran
Trilogi ini adalah jawaban untuk pertanyaan seperti “berapa banyak modal yang harus perusahaan tanamkan modalnya untuk kualitas?”. Joseph Juran dalam buku Raymond McLeod Jr (1995:97) mempersingkat kualitas menjadi tiga proses dasar yaitu perencanaan kualitas, pengendalian kualitas, peningkatan kualitas. Penekanan perencanaannya dijelaskan pada pemenuhan kebutuhan pelanggan dan diikuti dengan mengadakan sebuah cara kendali dan cara kegiatan mencapai peningkatan.
– Empat belas pokok deming
Seorang professor statistik di Universitas New York, Amerika Serikat, W. Edwards Deming pada tahun 1940 membantu Jepang untuk merehabilitasi kemampuan industrinya setelah perang dunia II. Banyak keberhasilan yang dicapai karena pengaruh deming. Deming menjadi terkenal untuk empat belas nilainya yang member peran dalam mencapai kualitas.
– Total Quality Control Feigenbaum
Menurut Feigenbaum, kualitas bukan tanggung jawab bagian manufaktur saja, tetapi tanggung jawab seluruh perusahaan, yang dikenal dengan “total quality control – TQC”

D. Total Quality Manajemen
TQM adalah pendekatan manajemen yang lebih strategis untuk peningkatan bisnis. Kualitas didefiniskan sebagai pemenuhan atau terlampuinya kebutuhan dan yang diharapkan dari pelanggan untuk produk dan jasa. Hal ini meliputi ciri-ciri dan sifat-sifat khusus diantaranya; tampilan kinerja, tahan uji, daya tahannya, tanggap/mau mendengarkan. Estetika, dan nama baik.
Perusahaan menggunakan TQM dengan tujuan:
– Lebih baik, lebih memikat, mengurangi factor tidak tetap pada kualitas produk atau jasa.
– Lebih cepat
– Lebih lentur/leluasa dalam mengatur perubahan volume permintaan pelanggan, dan menyempurnakan permintaan yang     ada
– Meminimalkan biaya melalui peningktaan kualitas, pengurangan daur-ulang, dan menghilangkan pemborosan tanpa perlu   menambhakan biaya.
Keyakinan dasar yang melandasi TQM adalah :
– Kualitas didefinisikan oleh pelanggan.
– Kualitas dicapai oleh manajemen.
– Kualitas adalah tanggung jawab seluruh perusahaan.

E. Kualitas dan Keunggulan Kompetitif
    Kerugian kualitas yang buruk :
 Kehilangan bisnis karena pelanggan pindah ke yang lain.
 Tuntutan hukum, karena kualitas buruk pelanggan bisa menuntut secara hukum.
 Kehilangan produktivitas.
 Biaya-biaya :
• Biaya kegagalan (failure cost) biaya yang terjadi karena kualitas buruk.
• Biaya penilaian (appraisal cost), biaya pemeriksaan kualitas di pabrik.
• Biaya pencegahan (prevention cost).
   Keuntungan kualitas yang baik :
Kualitas baik bisa meningkatkan penjualan dan biaya yang rendah, gabungan keduanya menghasilkan profitabilitas dan      pertumbuhan.

F. CBIS Memperbaiki Kualitas Produk dan Jasa
Computer Based Information System (CBIS) atau Sistem Informasi Berbasis Komputer merupakan suatu sistem pengolah data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan.
Peranan CBIS dalam memperbaiki kualitas produk dan jasa bagi suatu perusahan, adalah dengan penggunaan CBIS pihak manajemen selaku pihak yang berwenang dalam pengembangan kualitas produk dan jasanya dapat mengambil informasi mengenai keadaan pasar saat itu, dimana antaranya dapat mengambil informasi mengenai tanggapan pasar tentang barang dan jasa yang telah diproduksi, persaingan produk sejenis dipasaran dan informasi penjualan produk dan jasa dipasaran.
Contoh :
Agar suatu perusahaan dapat bersaing dengan perusahaan lain dalam memperkenalkan produk barang maupun jasa yang dimilikinya kepada konsumen diberbagai belahan dunia, maka dibutuhkan suatu sistem informasi yang tepat agar dapat memberikan petunjuk aktual tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh setiap komponen dalam perusahaan tersebut. Sistem informasi yang tepat, tentunya akan menghasilkan informasi yang cepat, akurat dan dapat dipercaya. Informasi yang cepat, akurat dan dapat dipercaya tersebut sangat diperlukan dalam rangka pengambilan keputusan keputusan strategis perusahaan untuk dapat semakin maju dan bersaing di lingkungan yang penuh gejolak ini.
Penerapan Sistem Informasi Akuntansi berbasis komputer misalnya, merupakan salah satu alternatif jawaban yang tepat jika pihak manajemen menginginkan suatu sumber informasi yang dapat menghasilkan masukan sesuai yang diinginkannya.

G. Menetapkan Program TQM
Pendekatan Top-Down untuk TQM yaitu dimulai dari CEO dan akhirnya melibatkan semua pihak di perusahaan. Adapun prosesnya adalah :
1. Memutuskan untuk mengikuti TQM
2. Menetapkan budaya kualitas
3. Menetapkan pengawasan manajemen puncak.

H. Mencapai Manajemen Kualitas dalam Jasa Informasi
• Mengidentifikasi Pelanggan IS
Pada perusahaan yang secara historis telah menerapkan sumber daya informasinya untuk memenuhi kebutuhan pemakai, identifikasi pelanggan mungkin telah dilakukan. Kemungkinan besar perusahaan berorientasi pemakai akan memiliki steering committee SIM yang mewakili para pemakai di perusahaan secara menyeluruh, mengevaluasi permintaan dukungan informasi dan mengalokasi dana yang diperlukan.
• Mendefinisikan Kebutuhan Kualitas Pelanggan
Bahkan saat IS telah berorientasi pelanggan dan mengetahui para pelanggannya dan kebuthuan informasi mereka, biasanya tetap perlu mendefinisikan dimensi kualitas yang dirasa penting oleh pelanggan.
• Mendefinisikan Kebutuhan Kualitas Produk
Suatu servei tahap kedua dapat mengumpulkan pendapat para pemakai mengenai dimensi – dimensi kualitas produk.
• Menetapkan Metrik Kualitas
Setelah spesifikasi dimensi – dimensi kualitas produk dan jasa informasi ditentukan, dapat ditetapkan metrik untuk masing – masing. Metrik kualitas digunakan dalam mengevaluasi tingkat dimensi kualitas yang dicapai oleh tiap upaya sistem.
• Mendefinisikan Strategi Kualitas IS
Setelah para pelanggan dan kebutuhan mereka diidentifikasi dan cara mengukur tingkat kepuasan ditetapkan, IS dapat mengikuti satu set strategi yang dirancang untuk menempatkan sistem kualitas pada tempatnya.
• Menerapkan Program – program Kualitas IS
Manajemen IS menggunakan strategi – strategi yang telah didefinisikan tersebut untuk melaksanakan berbagai program kualitas mereka. Waktu yang diperlukan untuk penerapan berbeda bagi tiap perusahaan.
• Memantau Kinerja Kualitas IS
CIO dan para manajer IS lain memantau kinerja para spesialis informasi dan unit IS. Input diminta dari para pemakai dan informasi dihasilkan secara internal.

I. Menempatkan Kualitas IS dalam Perspektif
Kualitas sebenarnya bukanlah suatu hal yang baru bagi IS. Banyak perusahaan yang telah bertahun – tahun membuat usaha terpadu untuk mencapai kualitas. Namun, yang baru adalaha perhatian pada kualitas IS dalam konteks budaya kualitas perusahaan.

Sumber:
http://www.pps.unud.ac.id/thesis/pdf_thesis/unud-433-bab2.pdf
http://www.smecda.com/e-book/SIM/Simbab5.pdf
http://asep-saepudin.blogspot.com/2007/10/cbis-sistem-informasi-berbasis-komputer.html
http://elib.unikom.ac.id/download.php?id=51218
http://www.digilib.ui.ac.id/file?file=digital/127025-6652-Pengembangan%20atribut-Literatur.pdf
Buku Sistem Informasi Manajemen Oleh Chr.Jimmy L.Gaol

Continue reading

Pengaruh Teknologi Informasi Terhada Dunia Bisnis

Perkembangan teknologi informasi didalam dunia bisnis memiliki dampak positif dan negatif diantaranya:

Dampak positif
a. Munculnya model bisnis baru yang biasa disebut dengan e-business dan e-commerce
• E – Business adalah sebuah bisnis yang dalam proses pengelolaan dan transaksi bisnisnya menggunakan sistem jaringan internet. Sehingga tidak memerlukan banyak tenaga kerja dan juga tidak menyita ruang dan waktu. Hal ini menjadikan biaya bisnis dapat ditekan dan lebih efisien.
• E – Commerce adalah sebuah model perdagangan yang dalam transaksinya menggunakan sistem internet (online).
b. Banyaknya minat dari berbagai perusahaan untuk memperluas cakupan bisnisnya di dunia maya. Memunculkan lapangan kerja baru, yaitu jasa pembuatan wesite dan layanan hosting.
c. Adanya kemudahan dalam memulai sebuah bisnis (wira usaha) dengan munculnya forum-forum jual beli dan media pertemanan. Karena promosi menjadi lebih murah. Dan jaringan marketing lebih luas bahkan sampai luar negeri.

Dampak negatif
a. Dengan berlakunya sistem uang online ( ATM, Kartu Kredit, dll) memunculkan modus baru dalam pembobolan rekening nasabah Bank.
b. Berhubung teknologi internet harus selalu didukung dengan listrik, jika sewaktu-waktu listrik padam, memungkinkan terjadinya miss-transaksi yang berpotensi merugikan nasabah dan Bank sendiri.
c. Dari segi keamanan, data bank yang telah berkomputerisasi sangat rentan sekali terhadap tindakan peretasan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Perkembangan teknologi informasi sudah banyak diterapkan pada perusahaan-perusahaan berskala nasional maupun swasta. Penerapan ini menyebabkan perubahan dalam kebiasaan atau habit yang baru dalam bidang bisnis. seperti pengaruh teknologi dalam dunia bisnis yang memanfaatkan E-Commerce sebagai media perdagangan yang menggunakan media internet yang saat ini tidak sulit untuk dijangkau oleh semua kalangan. Kemajuan di bidang teknologi, komputer, dan telekomunikasi mendukung perkembangan teknologi internet. Melalui internet pelaku bisnis tidak lagi mengalami kesulitan dalam memperoleh informasi apapun, untuk menunjang aktivitas bisnisnya, bahkan sekarang cenderung dapat diperoleh berbagai macam informasi.

Electronic Commerce (E-Commerce) adalah proses pembelian, penjualan, atau pertukaran produk, jasa dan informasi melalui jaringan komputer. E-Commerce merupakan bagian dari E-Business, dimana cakupan E-Business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasianmitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan, dan lainnya.
E-Commerce akan merubah semua kegiatan marketing dan juga sekaligus memangkas biaya-biaya operasional untuk kegiatan perdagangan.
Proses yang ada dalam E-Commerce adalah sebagai berikut;
• Presentasi elektronis (pembuatan website) untuk produk dan layanan
• Pemesanan secara langsung dan tersedianya tagihan
• Otomatisasi akun pelanggan secara aman (baik nomor rekening maupun nomor kartu kredit)
• Pembayaran yang dilakukan secara langsung (online) dan penanganan transaksi.

Referensi:

http://portal.paseban.com/article/8825/pengaruh-teknologi-informasi

http://www.slideshare.net/FatkhulHadiningrat/pengaruh-internet-bagi-dunia-usaha

http://www.academia.edu/4911623/PEMANFAATAN_E-COMMERCE_DALAM_DUNIA_BISNIS

Continue reading

Komunikasi

Karmila Sari / 2DA02 / 44212027
Komunikasi adalah suatu kegiatan penyampaian suatu informasi dari seorang Komunikator (pihak penyampai informasi) kepada Komunikan (pihak yang mendapatkan informasi) dengan menggunakan media ataupun tanpa suatu media.
Pada dasarnya komunikasi digunakan untuk menciptakan atau meningkatkan aktifitas hubungan antara manusia atau kelompok.
Jenis komunikasi terdiri dari: Continue reading

Dasar-dasar Pengorganisasian

DASAR-DASAR PENGORGANISASIAN

Karmila Sari/ 2DAo2/ 44212027

A. Definisi Pengorganisasian

Pengorganisasian adalah suatu proses dimana beberapa orang atau sebuah kelompok menyatukan fisi dan misi mereka untuk menuju tujuan yang sama. Namun ada beberapa definisi lain mengenai pengorganisasian seperti menurut Paul Hersey dan Kenneth H. Blanchaeard menyatakan bahwa, pengorganisasian sebagai kegiatan memadukan sumber-sumber, yaitu manusia, modal dan fasilitas, serta menggunakan sumber-sumber itu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Ada pula yang mengemukakan bahwa pengorganisasian adalah proses merinci, membedakan, mengelompokan dan menyatukan berbagai macam pekerjaan yang ada pada suatau kegiatan atau usaha ke dalam satu tujuan yang sama oleh seseorang yang memiliki tugas khusus.

Continue reading

Rencana Pemasaran

RENCANA PEMASARAN

Karmila Sari /2 DA02 / 44212027
Rencana Pemasaran, Sebelum kita berbicara mengenai rencana pemasaran, sebelumnya kita harus mengetahui apa itu pengertian dari Pemasaran.
Pemasaran adalah suatu proses atau kegiatan dalam bisnis untuk memenuhi kebutuhan konsumen atas barang dan jasa. Dalam proses itu meliputi ; penetapan harga, mendistribusikan produk (barang dan jasa) dari tempat produksinya hingga sampai di tangan konsumen, dan juga kegiatan promosi (memperkenalkan produk kepada konsumen). Semua proses itu dilakukan dengan tujuan memuaskan konsumen.
Seperti yang sudah diterangkan diatas bahwa pemasaran meliputi penetapan harga, pendistribusian dan promosi. Continue reading