Cinta Bagaikan Sebatang Pohon

Cinta Bagaikan Sebatang Pohon

 

Nama : Karmila Sari

Kelas : 1DA02

Npm : 44212027

Sebuah bibit tidak sengaja terjatuh saat si anak mencoba merebutnya dari tangan sang ayah.

Di suatu sore yang mendung saat sang ayah sedang mengajak anak laki-lakinya itu belajar bagaimana caranya berkebun, tapi apa boleh buat cuaca saat itu sedang tidak mendukung mereka. Dikarenakan jarak rumah dan kebun cukup jauh untuk ditempuh dengan berjalan kaki sambil hujan-hujanan, alhasil sianak pun merasa kecewa saat sang ayah mengajaknya untuk kembali kerumah karena hujan akan turun.

Sambil merengek sianak mencoba untuk merebut kantung plastik yang berisi bibit tanaman dari tangan sang ayah sampai tampa ia sadari ada beberapa bibit yang terjatuh, sambil mereka terus berjalan menuju rumah.

Seiring berjalannya waktu, pohon itupun tumbuh  seiring dengan tumbih dewasanya anak laki-laki itu.

Setiap hari laki-laki itu selalu melewati pohon itu, yang tanpa ia sadari ternyata pohon itu terus memperhatikannya.

Setiap kali laki-laki itu akan berangkat ke suatu tempat, pohon itu selalu mendoakannya agar dimudahkan segala urusannya. Dan begitu laki-laki itu pulang, pohon itu selalu mengucapkan salam. Tapi apa ? tidak sekalipun laki-laki itu menyadari ada sosok yang selalu memperhatikannya itu.

Suatu saat ada sebatang pohon jati yang menanyakan sebuah pertannyaan kepada pohon tersebut. “mengapa kau selalu saja mendoakan dan mengucapkan salam kepadanya?”

Si pohon hanya menjawab “karna aku mencintainya.”

“apa?” tanya sipohon jati.

“iya, aku mencintainya karna rasa terima kasih yang menggantung, dan rasa itu terus tumbuh seiring dengan pertumbuhanku.”

“ahh.. jangan berlebihan sadarlah! Dia itu sempurna dan sedangkan kau hanyalah sebatang pohon!” kata si pohon jati menasihati.

“mungkin iya, namun cintaku sesempurna mereka.”

Selang waktu berlalu, laki-laki itu pun berpacaran dengan kaumnya dan tidak jarang pula mereka mengumbar kemesraan mereka di depan sang pohon, sampai sipohon jati kembali berkata

“apa yang kau harapkan darinya? Dia telah memiliki seseorang yang ia cintai, maka semakin ia tidak akan memperdulikanmu!”

“Tidak apa asalkan aku bisa terus mendoakannya dan berusaha tetap bahagia akan kebahagiaannya walau bukan denganku, karna cintaku tanpa pamrih.”

Waktu terus berlalu, sipohon jati pun akhirnya ditebang karna akan dibangun rumah diatas tanahnya, beruntung sang pohon tidak ditebang. Dan saat sang pohon mengetahui siapa pemilik rumah itu yang ternyata adalah laki-laki yang dicintainya yang juga telah menikah lalu menempati rumah itu.

Setelah itu sang pohon di paku sana dan di ikat sini untuk dijadikan ayunan bagi buah cinta mereka. Sang pohon merasa terluka saat mengetahui laki-laki itu telah menikah, sang pohon sedih…

Akarnya malas untuk menyerap sari-sari makanan dari tanah, daunnya malas untuk berfotosintesis, hingga akhirnya sang pohon lambat laun hampir mati.

Begitu mengetahui bahwa sang pohon hampir tumbang, maka si laki-laki mulai merawatnya kembali dan sering menanyakan keadaanya. Sang pohon merasa senang dan kembali memiliki semangat hidup.

“Walau aku tidak memilikimu tapi aku bahagia karna kau pernah ada untuk ku”

“Karna cintaku ada dari rasa terima kasih yang menggantung, tanpa syarat dan tanpa pamrih”

“Aku ingin cinta yang tidak direbut oleh siapapun, kecuali kembali kepada pemilikNYA

 

 

Thanks to : Irma Sari  J (my sister)

-For Your Inspiration-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s