Teori Analisis Rasio

TEORI ANALISIS RASIO

Analisis

Analisis menurut kamus Akuntansi adalah melakukan evaluasi terhadap kondisi dari pos-pos atau ayat-ayat yang berkaitan dengan akuntansi dan alasan-alasan yang memungkinkan tentang perbedaan yang muncul.

Dalam sebuah perusahaan penggunaan analisis digunakan untuk dua pihak, yaitu pihak intern dan extern. Penggunaan analisa intern adalah pihak manajemen perusahaan, sedangkan pengguna analisa extern adalah pihak luar perusahaan yang memiliki hak untuk menggunakan analisa tersebut.

Analisa Intern

Mengadakan interpretasi atau analisa terhadap laporan finansiil suatu perusahaan akan sangat bermanfaat bagi penganalisa untuk dapat mengetahui keadaan dan perkembangan finansiil dari perusahaan yang bersangkutan. Pimpinan perusahaan atau manajemen sangat berkepentingan terhadap laporan finansiil dari perusahaan yang dipimpinnya. Dengan mengadakan analisa laporan finansiil dari perusahaanya, manajer akan dapat mengetahui keadaan dan perkembangan finansiil dari perusahaanya dan akan dapat diketahui hasil-hasil finansil yang telah dicapai di waktu-waktu yang lalu dan waktu yang sedang berjalan. Dengan mengadakan analisa data finansil dari tahun tahun yang lalu, dapat diketahui kelemahan-kelemahan dari perusahaan serta hasil-hasil yang telah dianggap cukup baik. Dengan mengetahui kelemahan-kelemahan yang dimilikinya, diusahakan agar dalam penyusunan rencana untuk tahun-tahun yang akan datang, kelemahan-kelemahan tersebut dapat diperbaiki. Sedangkan untuk pencapaian yang telah dianggap baik harus dapat di pertahankan atau ditingkatkan diwaktu mendatang.

Analisa extern

Keutamaan dari kegunaan analisa laporan finansiil dari sebuah perusahaan adalah bagi kreditur (baik kreditur jangka pendek ataupun jangka panjang) dan bagi para investor. Selain pihak manajemen, para krediturpun berkepentingan terhadap laporan finansiil dari perusahaan yang telah atau akan menjadi debitur atau nasabahnya. Pra kreditur berkepentingan untuk  “keamanan” mereka sendiri. Kreditur sebelum mengambil keputusan untuk memberi atau menolak permintaan kredit dari suatu perusahaan perlu mengadakan analisa terlebih dahulu terhadap laporan finansiil dari perusahaan yang akan mengajuka kredit, untuk dapat mengukur kemampuan perusahaan tersebut membayar kembali hutang-hutangnya beserta bunganya. Sedangkan bagi para investor kepentingan terhadap laporan finansiil suatu perusahaan dalam rangka untuk penentuan kebijakan penanaman modalnya. Bagi investor yang penting adalah “rate of retrun” dari dana yang diinvestasikan dalam surat-surat berharga yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan.

Analisis rasio

Dalam istilah sederhananya adalah perbandingan dua kelompok, nilai numerik rupiah atau nilai kuantitas. Analisis rasio mengijinkan evaluasi terhadap item neraca dalam menggabungkanya dengan beberapa informasi laba rugi untuk menentukan berbagai hubungan diantara berbagai item yang dipilih. Rasio dapat dihubungkannya sebagai suatu presentase, nilai numerik, kuantitas, atau berdasarkan perunit.

Analisa Rasio Finansial

Dalam mengadakan interpretasi dan analisa laporan finansiil suatu perusahaan, seorang penganalisa finansiil memerlukan adanya ukuran atau “yardstick” tertentu. Ukuran yang sering digunakan adalah “rasio”. Pengertian rasio sebenarnya hanyalah alat yang dinyatakan dalam “arithmatical terms” yang dapat digunakan untuk menjelaskan dua macam data finansiil.

Penganalisa finansiil dalam mengadakan analisa rasio finansiil pada dasarnya melakukan dengan dua macam cara perbandingan, yaitu:

  1. Membandingkan rasio sekarang (present ratio) dengan rasio-rasio di waktu-waktu yang lalu (ratio history)atau dengan rasio-rasio yang diperkirakan untuk waktu-waktu yang akan datang dari perusahaan yang sama.
  2. Membandingkan rasio-rasio dari suatu perusahaan (rasio perusahaan / company ratio) dari rasio-rasio semacam dari perusahaan lain yang sejenis atau industri (rasio industri / rasio rat-rata / ratio standart) untuk waktu yang sama.

Apabila suatu perusahaan mengetahui bahwa dia berada di bawah rata-rata industi, haruslah dianalisa faktor-faktor apa yang menyebabkanya dan untuk kemudian diambil kebijakan finansil untuk meningkatkan rasionya hingga menjadi “average” atau “above average” di dalam industri.

Macam-macam Rasio Finansiil

Terdapat banyak macam rasio, karna sebuah rasio dapat dibuat sesuai dengan kebutuhan penganalisanya. Demikian pula pengelompokan rasio juga bermacam-macam. Apabila dilihat dari sumbernya dari mana rasio itu dibuat, maka rasio-rasio dapat digolongkan dalam tiga golongan, yaitu :

  1. Rasio-raso Neraca (Balanced Sheet Ratios), ialah rasio yang disusun dari data yang berasal dari neraca, misalnya : Current Ratio, Acid-test Ratio, Current Assets to Total Assets Ratio, Current Liabilities to Total Assets Ratio dan lain sebagainya.
  2. Rasio-rasi Laporan Laba & Rugi (Income Statement Rations), ialah rasio-rasio yang disusun dari data yang berasal dari Income Statement, misalnya : Gross Profit Margin, Operating Ratio dan lain sebagainya.
  3. Rasio-rasio Antar-Laporan (Inter-Statement Ratio), ialah rasio-rasio yang disusun dari data yang berasal dari Neraca dan data lainya berasal dari Income Statement, misalnya : Assets Turnover, Inventory Turnover, Receivable Turnover dan lain sebagainya.

Adapun penulis yang menggunakan istilah “Financial Ratios” untuk rasio-rasio neraca, “Operating Ratio” untuk rasio-rasio laporan laba & rugi dan “Financial Operating Ratio” untuk rasio-rasio antar laporan.

Adapula yang mengelompokkan rasio-rasio seperti berikut :

  1. Rasio Likuiditas adalah rasio-rasio yang dimaksudkan untuk mengukur likuiditas perusahaan (Current Ratio, Acid Test Ratio)
  2. Rasio Leverage adlah rasio-rasio yang dimaksudkan untuk mengukur sampai seberapa jauh aktivitas perusahaan dibiayai oleh utang (Debt to Total Assets Ratio, Net Worth to Debt Ratio dan lainya)
  3. Rasio-rasio Aktivitas yaitu rasio-rasio yang dimaksud untuk megukur sampai seberapa besar efektivitas perusahaan dalam mengerjakan sumber-sumber dananya (Inventory Turnover, Average Collection Period dan lain sebagainya)
  4. Rasio-rasio Profitabilitas yaitu rasio-rasio yang menunjukan hasil akhir dari sejumlah kebijaksanaan dan keputusan-keputusan (Profit Margin on Sale, Return on Total Assets, Return On Net Worth dan lain sebagainya)

 

Berikut adalah tabel rumus rasio rasio finansiil

Rasio Metode Perhitungan Interpretasi
1. Rasio Likuiditas    
a. Current Ratio

b. Cash Rasio

(Ratio of immadiate solvency)

c. Quick (Acid test) ratio

d. Working capital to total assets ratio

a. Aktiva Lancar ÷ Utang Lancar

b. Kas + Efek ÷ Utang Lancar

c.  Kas + Efek + Piutang ÷ Utang Lancar

d. Aktiva lancar – Utang lancar ÷ Jumlah Aktiva

a. Kemampuan untuk membayar utang yang harus segera dipenuhi dengan aktiva lancar. Setiap untang lancar Rp. xxx dijamin oleh aktiva lancar Rp. xxx

b. Kemampuan untuk membayar hutang yang harus segera dipenuhi dengan kas yang tersedia di dalam perusahaan dan efek yang dapat segera diuangkan. Setiap utang lancar Rp. xxx dijamin oleh kas dan efek Rp. xxx

c. Kemampuan membayar utang yang harus segera dipenuhi dengan aktiva yang lebih likuid (quick assets). Setiap utang lancar Rp. xxx dijamin dengan quick assets Rp. xxx

d. Likuiditas dari total aktiva dan posisi modal kerja (netto)

2. Ratio Laverage
a. Total debt Equity ratio

b. Total debt to total capital assets

c. long term debt to Equity ratio

d. Tangible assets debt coverage.

e. Times interest earned ratio

a. Utang lancar + utang jangka panjang ÷ jumlah modal sendiri

b. Utang lancar + Utang jangka panjang ÷ Jumlah modal / aktiva

c. Utang jangka panjang ÷ Modal sendiri

d, Jumlah aktiva – intangibles – utang lancar ÷ Utang jangka panjang

e. EBIT ÷ Bunga utang jangka panjang

a. Bagian dari setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan jaminan untuk keseluruhan utang. Rp. xxx dari setiap rupiah modal sendiri menjadi jaminan utang.

b. Beberapa bagian dari keseluruhan kebutuhan dana yang dibelanjai dengan utang atau beberapa bagian dari aktiva yang digunakan untuk menjamin utang Rp. xxx dari setiap rupiah aktiva digunakan untuk menjamin utang.

c. Bagian dari setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan jaminan untuk utang jangka panjang. Rp. xxx dari setiap modal sendiri digunakan untuk menjamin utang jangka panjang.

d. Besarnya aktiva tetap tangible yang digunakan untuk menjamin utang jangka panjang setiap rupiahnya utang jangka panjang dijamin oleh aktiva tangible sebesar Rp. xxx

e. Besarnya jaminan keuntungan untuk membayaran bunga utang jangka panjang. Setiap rupiah utang jangka panjang dijamin oleh keuntungan Rp. xxx

3. Rasio Aktivitas
a. Total Assets Turnover

b. Receivable Turnover

c. Average Collection Periode

d. Inventory Turnover

e. Average Day’s Inventory

f. Working Capital Turnover

a. Penjualan neto ÷ Jumlah aktiva

b. Penjualan kredit ÷ Piutang rata-rata

c. Piutang rata-rata x 360 ÷ Penjualan kredit

d. Harga pokok penjualan ÷ Inventory rata-rata

e. Inventory rata-rata x 360 ÷ Harga pokok penjualan

f. Penjualan neto ÷ Aktiva lancar – utang lancar

a. Kemampuan dana yang tertanan dalam keseluruhan aktiva berputar dalam suatu periode tertentu atau kemampuan modal yang diinvestasikan untuk menghasilkan “revenue”. Dana yang tertanam dalam keseluruhan aktiva rata-rata dalam satu tahun berputar xxx kali atau setiap rupiah aktiva selama setahun dapat menghasilkan revenue sebesar Rp. xxx

b. Kemampuan dana yang tertanam dalam piutang berputar dalam suatu periode tertentu. Dalam satu tahun rata-rata dana yang tertanam dalam piutang berputar Rp. xxx

c. Periode rata-rata yang diperlukan untuk mengumpulkan piutang. Piutang dikumpulkan rata-rata tiap xx hari sekali. Makin kecil harinya, maka makin baik.

d. Kemampuan dana yang tertanam dalam inventory berputar dalam satu periode tertentu. Atau likuiditas dari inventory dan tendensi untuk adanya “overstock”. Dana yang tertanam dalam inventory berputar rata-rata xx dalam setahun.

e. Periode menahan persediaan rata-rata atau periode rata-rata persediaan barang berada di gudang inventory berada di gudang rata-rata selama xx hari.

f. Kemampuan modal kerja (neto) berputar dalam satu periode siklis kas (cash cycle) dari perusahaan. Dana yang tertahan dalam modal kerja berputar rata-rata xx kali dalam setahunya.

4. Rasio Keuntungan
a. Gross Profit Margin

b. Operating Income Ratio (Operating Profit Margin)

c. Operating Ratio

d. Net Profit margin (sales margin)

e. Earning Power of Total Investment (Rate of return an total assets)

f. Net Earning Power Ratio (rate of return on investment / ROI)

g. Rate or Return for the Owner (Rate of return on net worth)

a. Penjualan neto – harga penjualan pokok ÷ Penjualan neto

b. Penjualan neto – HPP – Biaya adm, pnjaln, umum ÷ Penjualan umum

c. HPP + biaya ADM, umum, penjualan ÷ Penjualan neto

d. Keuntungan neto sesudah pajak ÷ Penjualan neto

e. EBIT  ÷ Jumlah Aktiva

f. Keuntungan neto sesudah pajak ÷ Jumlah aktiva

g. Keuntungan neto sesudah pajak ÷ Jumlah modal sendiri

a. Laba bruto per rupiah penjualan. Setiap rupiah penjualan menghasilkan laba bruto Rp. xxx

b. Laba operasi sebelum bunga dan pajak (neto operating income) yang dihasilkan oleh setiap rupiah penjualan. Setiap rupiah penjualan menghasilkan laba operasi Rp. xxx

c. Biaya operasi per rupiah penjualan. Setiap rupiah penjualan mempunyai biaya operasi Rp. xxx. Makin besar rasio ini maka makin buruk.

d. Keuntungan neto per  rupiah penjualan. Setiap rupiah penjualan menghasilkan keuntungan neto sebesar Rp. xxx

e. Kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan bagi semua investor (pemegang obligasi + saham). Setiap rupiah modal menghasilkan keuntungan Rp. xxx untuk semua investor.

f. Kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan neto.

g. Kemampuan dari modal sendiri untuk menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham preferen dan saham biasa. Setiap rupiah modal sendiri menghasilkan keuntungan neto Rp. xxx yang tersedia bagi pemegang saham preferen dan saham biasa.

Sumber :

Riyanto, Bambang. 2009. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan. Yogyakarta: Bagian Penerbit Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM.

Ikhsan, Arfan .2009. Akuntansi untuk Manajer. Yogyakarta: Graha Ilmu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s